Penuhi Syarat WHO, Air Minum SDMT Lebih Bagus Dari Merk Terkenal

12

Air menempati porsi terbanyak yang dibutuhkan oleh tubuh, untuk itu kebutuhan air minum bagi manusia merupakan hal penting. Saat ini pengelolaan air minum sangat banyak, ada yang cara tradisional dengan cara dimasak maupun cara modern. Memasak tentunya tidak efektif lagi untuk memenuhi kebutuhan air minum yang banyak. Padahal, air hasil rebusan juga kurang bagus untuk tubuh. Untuk itu, air diolah dengan menggunakan mesin penyaring.

 

Salah satu yang bisa digunakan adalah mesin Reverse Osmosis atau mesin RO. Mesin RO melakukan metode penyaringan yang bisa menyaring ion dan molekul besar pada suatu larutan dengan cara memberikan tekanan pada larutan tersebut. Air yang dihasilkan dari mesin ini dinamakan air RO. Membran selektif akan menghilangkan zat-zat atau senyawa yang berpotensi membahayakan tubuh. Sehingga menghasilkan air yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.

 

SDMT Ponorogo pernah melakukan penelitian mengenai air RO pada tahun 2012 silam. Hal itu disebabkan oleh kebutuhan air minum sekolah yang sangat tinggi dan menimbulkan biaya besar apabila menggunakan air minum di pasaran. Kemudian mendapat informasi dari Bapak Baidowi yang sudah berpengalaman tentang RO air laut dan tawar.

 

Dalam penelitian tersebut, air RO dibandingkan dengan air rebusan dan dua merk air mineral terkenal lainnya. Hasilnya, air RO yang dihasilkan SDMT mencapai TDS 16 dibawah batas TDS yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) yaitu 40. Sedangkan air rebusan yang selama ini dianggap lebih menyehatkan ternyata memiliki TDS paling tinggi sebanyak 400, kemudian air mineral merk terkenal lainnya rata-rata 140 dan 230, jauh diatas TDS yang ditetapkan WHO.

 

Air olahan SDMT bukanlah sekedar seperti air isi ulang biasa yang dijual di pasaran sekitar Rp 5000,- per galon. Air SDMT yang diolah dengan sistem RO ini menyaring air hingga hanya mengambil 1/3 (sepertiga) dan membuang 2/3 lainnya.

 

TDS (Total Dissolved Solids) atau Total Padatan Terlarut merupakan patokan jumlah zat yang terlarut dalam air. Zat yang umum dapat ditemukan dalam air adalah natrium (garam), kalsium, magnesium, kalium, karbonat, nitrat, bikarbonat, klorida dan sulfat. Dalam jumlah tertentu zat ini dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun apabila TDS memiliki konsentrasi tinggi merupakan indikator bahwa kontaminan berbahaya seperti zat sulfat dan bromida arsenik juga bisa hadir dalam air.

 

Menurut CDC sebagaimana dilansir ahlinyaobatherbal.com, air RO tidak mengandung cryptosporidium, parasit dalam air yang terkontaminasi. Setelah dicerna, parasit ini mempengaruhi usus kecil, menyebabkan kram perut, demam dan diare. Anak-anak yang menelan parasit ini dapat mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi.

 

Dikutip livestrong.com, air RO memiliki khasiat dan manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Sistem kekebalan tubuh manusia membutuhkan banyak air segar, air RO memiliki fungsi menjaga sistem kekebalan tubuh. Sehingga sistem kekebalan tersebut memungkinkan untuk melawan penyakit.

 

Disampaikan oleh tim pengelola minum RO milik Amal Usaha Muhammadiyah di Ngawi bahwa sifat air RO (yang benar-benar sehat) itu tidak berasa samasekali. Jika orang merasakan agak manis saat meminum air RO, kemungkinan kadar gulanya tinggi. Dan jika merasakan pahit, maka orang tersebut sedang dalam kondisi kurang fit dan kurang sehat. Sehingga, air RO dalam hal ini, karena kemurniannya, bisa menjadi semacam alat deteksi.

 

Hal itulah yang memantapkan SDMT memilih RO untuk dikonsumsi seluruh warga sekolah mulai dari siswa sampai guru dan karyawannya. Karena RO terbukti lebih baik dan aman untuk dikonsumsi dibanding merk terkenal lainnya.

 

Diungkapkan Ustadz Aziz, harapan kedepannya kapasitas penyimpanan air RO di SDMT akan diperbesar dan teknis juga diperbaiki, sehingga setiap kelas ada jaringan langsung dari RO untuk mempermudah pendistribusian air RO. (ak/sdmt)

Related Blogs

Leave us a Comment

sex hikaye atakoy escort