Jaya Melati II HW Jatim Cetak Pelatih Islami

- Posted by sdmt
- Posted in BERITA GTK
sdmtponorogo.com – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) terus berupaya meningkatkan kualitas pembina dan pelatihnya. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Jaya Melati 2 pelatihan lanjutan bagi anggota dewasa atau pelatih HW yang bertujuan mencetak pelatih berkualitas, berkarakter Islami, serta memiliki sertifikasi resmi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap daring berlangsung pada 8–12 Desember 2025 melalui Zoom Meeting, sedangkan tahap luring atau tatap muka digelar pada 26–28 Desember 2025. Adapun lokasi praktik dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 83 peserta yang merupakan rekan-rekan pelatih dari berbagai Kwarda se-Jawa Timur. Persyaratan peserta terbilang ketat, yakni minimal berusia 20 tahun serta telah lulus Pelatihan Jaya Melati 1. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi pelatih pada berbagai tingkatan kepanduan, mulai Tunas Athfal/Athfal, Pengenal, hingga Penghela dan Penuntun.
Rangkaian kegiatan berlangsung padat dan dinamis. Peserta tidak hanya menerima materi teori di dalam kelas, tetapi juga mengikuti berbagai praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi Kepribadian Muhammadiyah, penguatan scouting skill, teknik perkemahan Islami, hingga penyusunan program kepanduan yang dapat diterapkan di sekolah. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendalaman materi sesuai tingkatan masing-masing. Dalam pelatihan ini, Ustadzah Rika mengambil konsentrasi Tunas Athfal/Athfal, sementara Ustadz Condro mendalami tingkatan Pengenal, sebagai bekal implementasi di qobilah Hizbul Wathan.


Ustadzah Rika mengungkapkan kesan mendalam selama mengikuti kegiatan tersebut. “MasyaAllah, luar biasa sekali. Semakin belajar, semakin semangat kami untuk lebih mendalami kepanduan Hizbul Wathan. Bertemu dengan rekan-rekan pelatih se-Jawa Timur juga menjadi pengalaman berharga karena kami bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dari Pelatihan Jaya Melati 2 dapat diterapkan secara bertahap di qobilah. “Saya ingin latihan kepanduan siswa benar-benar berjalan sesuai metode dan standar Hizbul Wathan. Selain itu, kami juga berharap dapat berbagi ilmu dan mengajak rekan-rekan guru lainnya untuk bersama-sama belajar dan menjadi pelatih,” katanya.
Menurutnya, impian besar yang ingin diwujudkan adalah mencetak lebih banyak pelatih dari kalangan guru sendiri agar terbentuk tim pembina yang solid dan bersertifikat. “Jika bergerak bersama, insyaAllah pengembangan kepanduan di sekolah akan jauh lebih maksimal dan menjadi sarana dakwah yang berkesan bagi seluruh siswa,” pungkasnya. (dpa/pb)

