2 Utusan SDMT Ikuti Pelatihan SPAB, Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana

- Posted by sdmt
- Posted in BERITA GTK
sdmtponorogo.com -Untuk pertama kalinya, pelatihan fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) digelar di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUA Ponorogo pada Jumat (5/9), dengan menghadirkan pemateri dari Pacitan, Indar Siswoyo.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA di wilayah Ponorogo. Setiap sekolah mengirimkan dua orang delegasi sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program SPAB.
Dalam paparannya, Indar Siswoyo menjelaskan pokok bahasan utama yang menjadi fondasi pelaksanaan SPAB. Yakni kebijakan, regulasi, dasar penyelenggaraan SPAB, serta fasilitas pendukung yang wajib dimiliki satuan pendidikan agar siap menghadapi bencana.
“Tujuan utama SPAB adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, dari potensi ancaman bencana,” terang Indar dalam sesi materinya.

Ia menekankan, sekolah yang aman bukan hanya soal infrastruktur, tetapi kesiapan menyeluruh dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana. “Dengan persiapan sejak dini, sekolah bisa meminimalkan dampak negatif dan memastikan proses belajar tetap berjalan,” lanjutnya.
Pelatihan ini juga mendapat apresiasi penuh dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo yang turut hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan mendukung penuh pelatihan yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. “Kami sangat mengapresiasi. Ini adalah pelatihan SPAB pertama yang digelar di Ponorogo, dan semoga bisa menjadi awal dari gerakan yang lebih luas,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Solikin, perwakilan dari SD Muhammadiyah Terpadu (SDMT), menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap materi yang diperoleh dapat segera disosialisasikan di lingkungan sekolahnya.
“Mudah-mudahan nanti bisa kami teruskan ke siswa dan seluruh keluarga besar SDMT, agar semua siap jika suatu saat terjadi bencana,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan satuan pendidikan di Ponorogo semakin sigap dalam membangun budaya sadar bencana dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. (dpa/pb)
