Melihat Wajah Lain ISMUBA SDMT

IMG-20180122-WA0014

Perjalanan Muhammadiyah dan program pendidikannya dapat diibaratkan bagai dua sisi mata uang. Keduanya bergerak menjadi kesatuan integral yang tak dapat dipisahkan. Dalam pandangan Muhammadiyah, pendidikan adalah satu spektrum penting yang dijadikan sebagai sarana dakwah persyarikatan (mgmpismuba.wordpress.com).

 

Dalam kawasan pendidikan Muhammadiyah, keislaman ditempatkan dalam urutan pertama. Sebab, salah satu ciri pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah bidang agama Islam. Lewat dunia pendidikan, Muhammadiyah memasukkan misi pencerahannya kepada masyarakat umum. Dengan demikian, lembaga pendidikan Muhammadiyah memasukkan pelajaran Al-Islam, ke-Muhammadiyahan, dan Bahasa Arab atau biasa disingkat ISMUBA.

 

ISMUBA adalah muatan wajib di lembaga pendidikan Muhammadiyah yang disajikan dalam bentuk pelajaran. ISMUBA merupakan pelajaran yang harus ditekuni oleh setiap pelajar Muhammadiyah. Sehingga setiap sekolah Muhammdiyah membentuk unit ISMUBA yang bertugas mengurus hal itu.

 

Tak terkecuali dengan SDMT, sekolah muhammadiyah yang sudah 14 tahun berdiri itu juga memiliki unit ISMUBA tersendiri. Namun yang membuat beda adalah perannya. Jika di sekolah muhammdiyah lain, peran ISMUBA hanya berkaitan dengan kerohanian dalam wujud pembelajaran akademik, maka ISMUBA di SDMT tidak demikian.

 

Al-Islam, ke-Muhammadiyahan, dan Bahasa Arab dalam wujud pembelajaran akademik berada dibawah naungan unit kurikulum. Sedangkan unit ISMUBA bertugas terhadap kerohanian dan karakter siswa dalam bentuk praktik atau aplikasinya sehari-hari.

 

Program utama ISMUBA SDMT adalah menanamkan karakter pada siswa melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Kegiatan yang seringkali dinilai sepele, namun menjadi perhatian utama bagi ISMUBA, karena itu pondasi untuk membentuk karakter siswa. Berikut ialah serangkaian kegiatan dalam program ISMUBA:

  1. Upacara Bendera

Setiap hari senin, SDMT tak pernah absen melaksanakan upacara bendera. Siswa secara bergilir bertugas menjadi petugas upacara. Selain melatih jiwa nasionalisme, juga melatih keberanian dan kepercayaan diri siswa.

  1. HW (Hizbul Wathan)

HW (Hizbul Wathan) merupakan gerakan kepanduan Muhammadiyah atau biasa disebut dengan pramuka. HW dilaksanakan setiap hari sabtu. Banyak kegiatan yang dilakukan dalam kepanduan HW. Tujuan dari HW ialah untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, dan ketangkasan siswa.

  1. Bahasa Arab dan Inggris

Penerapan bahasa asing di SDMT dilakukan setiap hari. Meski belum digunakan secara keseluruhan, namun penggunaan bahasa tersebut dapat ditemui dibeberapa area SDMT seperti kantin sekolah, dan pengumuman informasi. Selain itu juga diadakan program muhadatsah setiap hari jumat.

  1. Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah di SDMT menjadi kegiatan wajib dan rutin yang dilakukan setiap hari. Penerapan sholat berjamaah melalui sholat dhuha, sholat dhuhur, dan sholat jumat.

  1. IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)

SDMT memiliki organisasi IPM. Melalui organisasi ini siswa dilatih kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, dan berorganisasi. Pengurus IPM berasal dari siswa kelas 5. Tugas dari pengurus IPM ialah bertanggung jawab terhadap kedisiplinan siswa lain dalam berbagai hal, seperti saat antri, sholat, di kantin, dan penggunaan bahasa asing. Maka bisa dikatakan bahwa IPM adalah teladan bagi siswa lainnya.

  1. Budaya Antri

Antri adalah kegiatan yang dapat ditemui di mana-mana, terutama di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, bank, bahkan di lampu merah. Antri melatih kesabaran dan saling menghargai. Sehingga tak heran bila antri adalah kegiatan yang kurang disukai.

Di SDMT, kegiatan antri adalah kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Hal itu sejalan dengan jumlah siswa yang mencapai 750 lebih. Budaya mengantri tersebut menjadi sarana untuk melatih karakter siswa agar bersabar dan tertib. Tidak semua orang akan sabar dalam mengantri, semua tentu ingin lebih dulu.

Hampir semua kegiatan di SDMT membutuhkan waktu mengantri, diantaranya wudhu, masuk masjid, mengambil makan di dapur, makan, mencuci piring, menukar voucher, dan di kantin. Sehingga, anak SDMT adalah anak yang terbiasa dengan antrian panjang. Dan semua kegiatan mengantri tersebut berada di bawah pengawasan unit ISMUBA dengan IPM sebagai pelaksana lapangannya.

  1. PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

Perayaan Hari Besar Islam dilaksanakan dalam wujud kegiatan manasik haji, pawai taaruf, pondok ramadhan, dan halal bihalal.

 

Sebelum berganti nama, dulu kenal dengan nama PMS (Majelis Pembimbing Siswa). Lalu pada tahun 2014 berganti nama ISMUBA. Latar belakang penggantian nama tersebut berdasarkan peraturan ISMUBA, karena Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang ada dalam ISMUBA dirasa sama dengan MPS, maka dari itu akhirnya diputuskan untuk berganti nama menjadi ISMUBA.

 

ISMUBA SDMT sudah mengalami 3 kali regenerasi pengurus. Ketua ISMUBA pertama ialah Ustadz Farid, lalu tahun selanjutnya digantikan oleh Ustadz Effendi karena Ustadz Farid diamanahi LP3Q. Tak lama, Ustadz Effendi digantikan oleh Ustadzah Yuli.

 

Pengurus ISMUBA SDMT saat ini ada 4 orang, yaitu Yuli Hartini (ketua), Indra Barlian (Staf 1), Rumaya Dewi, dan Sutrisno Condro Apriyanto. Lalu ada sub unit ISMUBA yang beranggotakan 2 orang, yaitu Soni Prasetyo dan Binti Sholiha. Sub Unit ISMUBA tersebut mengurus bagian penggunaan bahasa Arab dan Inggris.

 

ISMUBA mengemban tugas berat di SDMT, dikatakan berat karena berkaitan dengan kerohanian dan karakter siswa yang jumlahnya tidak sedikit. Hal itu diakui oleh Ustadzah Yuli saat ditemui sdmtponorogo.com.

 

Menjadi unit ISMUBA itu menyenangkan, banyak tantangannya, selain itu tanggung jawabnya juga besar karena bertanggungjawab atas karakter dan rohani siswa Ungkapnya. (ak/sdmt)

Related Blogs

Leave us a Comment